Halaman ini mencatat barang tahan lama yang dipakai untuk usaha, seperti kendaraan,
mesin, atau peralatan, lengkap dengan penyusutannya tiap bulan.
Beli aset besar bukan biaya satu bulan.
Sebuah mesin dipakai bertahun-tahun, jadi harganya tidak langsung jadi beban saat dibeli.
Nilainya dicicil jadi beban pelan-pelan selama masa manfaatnya. Itu yang disebut penyusutan.
Kaitan dengan pembukuan
Neraca
Aset tetap tampil sebesar harga beli dikurangi akumulasi penyusutan. Sisa ini disebut
nilai buku, dan menyusut tiap bulan seiring aset dipakai.
Laba Rugi
Setiap bulan, sebagian nilai aset dicatat sebagai Beban Penyusutan. Beban ini mengurangi
laba, walaupun Anda tidak mengeluarkan uang tunai lagi di bulan itu.
Contoh kasus
Anda beli mesin Rp12.000.000 dengan masa manfaat 5 tahun (60 bulan).
- Penyusutan per bulan = Rp12.000.000 dibagi 60 = Rp200.000.
- Saat beli: Neraca bertambah aset Rp12.000.000, kas atau hutang menyesuaikan. Laba Rugi belum kena.
- Akhir bulan pertama: Laba Rugi kena Beban Penyusutan Rp200.000, dan nilai buku mesin di Neraca jadi Rp11.800.000.
Penyusutan dihitung otomatis tiap bulan. Anda cukup mendaftarkan
asetnya sekali beserta masa manfaatnya.