Halaman ini mengelola produk, jumlah stok, dan harganya. Nilai persediaan dihitung
sendiri oleh sistem dan langsung nyambung ke Neraca dan Laba Rugi.
Stok itu aset, bukan biaya.
Saat Anda beli stok, uang berubah bentuk jadi barang. Itu cuma pindah pos di Neraca,
belum jadi pengeluaran. Biaya baru muncul saat barang terjual, lewat HPP di Laba Rugi.
Nilai stok dihitung bagaimana
Nilai persediaan = jumlah barang dikali biaya rata-rata. Sistem memakai metode
rata-rata bergerak. Tiap pembelian baru dengan harga berbeda akan menyesuaikan
biaya rata-rata per unit secara otomatis.
Kaitan dengan pembukuan
Neraca
Total nilai stok muncul sebagai akun Persediaan di sisi aset. Beli stok menambah,
jual atau pakai stok mengurangi.
Laba Rugi
Saat barang terjual, biaya rata-ratanya pindah ke HPP. HPP inilah yang mengurangi
laba kotor, bukan harga belinya saat masih jadi stok.
Contoh kasus
Anda beli 10 unit, harga beli Rp10.000 per unit, total Rp100.000.
- Setelah beli: Persediaan di Neraca jadi Rp100.000. Laba Rugi belum kena apa-apa.
- Anda jual 4 unit seharga Rp15.000: Pendapatan Rp60.000, HPP Rp40.000 (4 dikali Rp10.000).
- Laba kotor transaksi itu Rp20.000. Persediaan di Neraca turun jadi Rp60.000 (sisa 6 unit).
Koreksi stok (barang hilang, rusak, atau selisih opname)
juga otomatis menyesuaikan nilai Persediaan di Neraca dan mencatat selisihnya ke pembukuan.